Asal-usul Hiu Hantu yang Misterius

Asal-usul Hiu Hantu yang Misterius – Sepanjang bertahun- tahun, para akademikus kesusahan menaruh hiu makhluk halus ataupun diketahui pula bagaikan chimaera dalam tumbuhan kemajuan kehidupan sebab penampilannya yang membuntukan.

Chimaera tercantum dalam keluarga ikan laut dalam yang badannya tidak ditopang oleh tulang keras, melainkan oleh tulang rawan. Binatang ini mempunyai karakteristik mata yang besar, sirip semacam kapak kukila, serta gigi ceper buat menggilas santapan.

Para akademikus berspekulasi terdapat nyaris 50 genus hiu makhluk halus yang hidup di lautan semua bumi. Sayangnya, binatang ini tidak sering nampak sebab kecenderungannya buat hidup di laut dalam.

Walaupun kerap diucap bagaikan hiu makhluk halus sebab performa yang nyaris seragam, chimaera tidaklah hiu. Binatang ini sudah hadapi penyimpangan kemajuan dari kakek moyang yang serupa dari hiu jutaan tahun kemudian.

” Chimaera dekat dengan hiu serta pari, namun senantiasa terdapat ketidakpastian kala kita menilik lebih dalam pada dikala titik percabangan kemajuan mereka,” tutur atasan riset, Michael Coates dari University of Chicago.

Misteri mengenai binatang misterius itu tidak menyambangi terbongkar sebab riset kepada chimaera susah dicoba. Faktornya, fosil chimaera amat sangat jarang sebab kerangka yang terdiri dari tulang rawan susah berganti jadi fosil.

Saat ini, berkah fosil batok kepala berumur 280 juta tahun kepunyaan genus Dwykaselachus oosthuizeni yang ditemui di Afrika Selatan, para akademikus sukses menyingkapkan asal- usul chimaera. Fosil batok kepala itu ialah satu dari sedikit fosil Dwykaselachus yang utuh sepanjang fosilisasi.

” Kala awal kali melihatnya, aku kagum. Ilustrasi ini amat luar lazim,” tutur Coates.

Hasil CT Scan kepada fosil D. oosthuizeni kesimpulannya menguak petunjuk mengenai kemajuan dini ikan mendekati hiu serta pula vertebrata berahang dengan cara totalitas.

Dari luar, batok kepala D. oosthuizeni nampak semacam hiu Symmoriidae, golongan hiu abnormal yang hidup lebih dari 300 juta tahun dahulu. Hiu ini diketahui sebab sirip punggungnya yang abnormal, sering- kali bertangkai ataupun meyerupai kediaman setrika surealis.

Tetapi, analisa tempurung otak pada fosil malah membuktikan sebagian karakter D. oosthuizeni yang merujuk pada chimaera modern. Kenyataan ini memastikan para akademikus kalau insan purba itu tidaklah hiu, melainkan kakek moyang sangat dini dari chimaera.

Tidak hanya gerong mata yang amat besar, periset pula mengabadikan karakter chimaera lain pada fosil ini, tercantum bentuk saraf kranial besar, lubang hidung serta kuping dalam.

Hasil analisa pula membuktikan kalau D. oosthuizeni menyimpang dari hiu Symmoriidae serta setelah itu berevolusi jadi hiu makhluk halus yang terdapat pada dikala ini.

Periset beranggapan kalau gerong mata D. oosthuizeni yang sedemikian itu besar ialah wujud menyesuaikan diri pada area perairan laut dalam yang sedikit sinar. Menyesuaikan diri ini membolehkan mereka mencari bulan- bulanan dalam situasi hitam. Ini pula berarti kalau hiu Symmoriidae menyesuaikan diri kepada situasi sedikit sinar lebih dini dari yang diprediksi tadinya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *