Petilasan Sunan Kalijaga di Blora

Petilasan Sunan Kalijaga di Blora  РSunan Kalijaga merupakan salah satu figur Orang tua Songo( Orang tua 9). Beliau bepergian di bermacam tempat di tanah Jawa tercantum di barisan pegunungan Kendeng area Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pada era ke XV, Sunan Kalijaga kabarnya mampir di suatu posisi di Desa Karang Legi, Dusun Patalan, Kecamatan Blora kota. Lokasinya terletak di dekat zona makam.

Ahli Kunci Makam Kali Rejo, Mbah Joyo berkata, petilasan Sunan Kalijaga di dukuhnya kerap didatangi masyarakat wilayah Blora sampai luar wilayah Blora.

” Kerap masyarakat dari mana- mana tiba. Dahulu pepohonan disini rimbun serta aku yang memotongi,” tutur Mbah Joyo

Baginya, Petilasan Sunan Kalijaga itu menaruh banyak rahasia. Beliau pula luang menyeksikan perihal abnormal yang sering terjalin.

Mbah Joyo menggambarkan, dulu kala pada tahun 1983 sempat terdapat para pemeran seni konvensional tengah malam terletak di tengah- tengah blumbang tempat di mana pada era kemudian dijadikan Sunan Kalijaga buat membuat batu bata. Kehadiran banyak orang itu bukan buat memainkan keelokan, melainkan akan mandi.

” Dikira blumbang batu bata itu sumber yang dapat digunakan buat mandi. Mereka tiba serombongan semacam orang mandi di tengah ara- ara yang tidak terdapat sumurnya,” tutur Mbah Joyo menggambarkan cerita misterius di zona petilasan Sunan Kalijaga.

Ilham di Petilasan Bertuah Sunan Kalijaga

Setelah itu narasi lain, mengenai banyaknya orang mencari ilham ataupun petunjuk di posisi bertuah Petilasan Sunan Kalijaga itu.

” Sementara itu disini( posisi petilasan) telah tidak terdapat batu bata aset Sunan Kalijaga yang utuh. Bila menciptakan yang utuh dahulu terdapat yang ngomong ingin dibeli berapapun permintaannya,” tutur ia.

Mbah Joyo mengatakan, posisi petilasan Sunan Kalijaga itu tidak dapat dikira asal- asalan karena insiden misterius dari era ke era sering terjalin.

Perihal senada di informasikan masyarakat Desa Karang Legi, Supardi yang dikala itu akan mencari rumput buat pakan ternaknya. Ia bilang, blumbang kandang angsa yang dipelihara Sunan Kalijaga pula pekat aroma misterius, yang berhubungan dengan insiden dikala ini.

” Masyarakat mari( Karang Legi) tidak terdapat yang peliharaan angsa. Tidak terdapat yang sukses memelihara angsa itu,” tutur ia.

” Saat sebelum masyarakat peliharaan angsa, Sunan Kalijaga telah peliharaan angsa pada era kemudian,” tutur Supardi lagi.

Bagi pemerhati asal usul Blora, Eko Arifianto bersumber pada memo Asal usul Carita Lasem tahun 1858, Sunan Kalijaga ialah putra dari Pangeran Santi Badra nama lain Mpu Tumenggung Wilatikta dengan Gadis Sukati anak dari Sunan Bejagung Bupati Tuban( Kabupaten Tuban, Jawa Timur) yang lahir di Lasem pada 1468 Kristen dengan julukan Santi Bunga.

Ia mengatakan, Sunan Kalijaga merupakan anak ke- 10 dari pendamping Pangeran Santi Badra dengan Gadis Sukati, yang mana Pangeran Santi Badra sendiri merupakan putra kedua dari Pangeran Badranala Bupati Lasem serta Bi Nang Ti nama lain Kumudawardhani ataupun kerap diucap Gadis Cempa.

” Santi Bunga nama lain Raden Abang Said nama lain Pangeran Lokawijaya nama lain Sunan Kalijaga,” jelas ia.

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *