Setan Perempuan Penunggu Hutan Jati Banyumas

Setan Perempuan Penunggu Hutan Jati Banyumas – Area Desa Cilombang, Banyumas saat ini telah berganti. Jalur mengarah dusun tepi hutan ini beraspal lembut, walaupun sedang kecil.

Situasi ini berlainan dari dekat 2 tahun kemudian kala aku terakhir melewatinya. Kali ini, aku ke Cilombang buat menemui seseorang teman.

Ceritanya, ia memiliki ikhwan owner cerang penuh tumbuhan kerneli. Bertepatan, aku memanglah lagi mencari benih, langsung dari petaninya, supaya kualitasnya aman.

Agen tumbuhan asli yang menjuntai ke tubuh dengan dedaunan yang melambai- lambai mengerikan tidak terlihat lagi. Jalur yang sebelumnya rindang oleh tumbuhan asli serta mahoni itu saat ini telah lempang. Pohon- pohonnya telah ditebang.

Ini lah yang diucap Dalan Krapyak, suatu jalur dengan tanjakan serta belengkokan runcing yang kabarnya ceritanya, ditempati oleh insan abnormal, bernama Mejajaran, wujud setan pengawal hutan.

Tidak tahu lah, masing- masing kali terletak di suatu dusun tepi hutan di Banyumas serta Cilacap, hampir dapat ditentukan masyarakatnya bersahabat dengan babad Mejajaran ini. Bisa dikatakan, Mejajaran sudah jadi narasi orang dusun di tepi hutan Banyumas.

Kisahnya juga nyaris sebentuk. Kabarnya, kesenangan Mejajaran merupakan ikan anom. Mejajaran ditafsirkan bagaikan sesosok wanita yang penampakannya lazim saja. Kadangkala, beliau memohon ikan pada para penjaring ikan di kali, ataupun pemancing.

Babad Mejajaran yang hobi ikan anom pula bertumbuh di Cilombang. Sesuatu hari, terdapat seseorang orang dagang ikan kisaran luar dusun yang akan berdagang di desa dengan kontur berbukit ini.

Walaupun desa, warga Cilombang memanglah terhitung aman. Pada umumnya, keluarga di Cilombang mempunyai cerang yang lumayan besar. Mereka juga diketahui rajin bertugas.

Tiba- tiba, setiba di Dalan Krapyak, sang pedagang ikan dihentikan oleh seseorang wanita. Bisnis juga berjalan lazim. Semacam konsumen pada biasanya, sang wanita ini mengulungkan duit.

Seluruhnya berjalan alami, hingga kala wujud wanita itu menyantap ikan- ikan yang sedang anom di depan sang pedagang. Dikala itu lah, beliau mengetahui, wanita di depannya tidak mempunyai lekukan di dasar hidung.

Wujud Wanita ini juga tidak memijak. Kakinya, tanpa kaki kaki. Orang dagang itu lalu pontang- panting melarikan sepeda motornya memandang wujud wanita yang nyatanya setan pengawal hutan ini.

” Semenjak dikala itu ia tidak sempat berani melalui jika telah petang ataupun durasi tanggung,” tutur Wahib, masyarakat Cilombang.

Cerita Mejajaran Mengecam Nelayan Ikan

Banyak orang di pedesaan Banyumas mengatakan durasi tanggung buat menarangkan pancaroba durasi berlebihan. Misalnya, tanggung beduk, ataupun kala mentari benar di tengah bubun. Tanggung petang, ataupun sandekala, buat mengatakan petang.

Kabarnya, di durasi bantuan ini lah insan misterius bernama mejajaran itu sering menampakkan diri. Warga Jawa terbiasa mengingatkan buah hatinya buat mengakhiri waktunya dikala“ wektu tanggung”.

Semacam dikatakan di wajah, babad Mejajaran sudah jadi narasi orang yang dikatakan hampir di seluruh dusun tepi hutan area Banyumas. Juga di dusun Cingebul, Lumbir.

Di dusun ini menghampar Bengawan Dermaji yang sekalian jadi batasan dengan Kabupaten Cilacap. Serupa semacam di Cilombang, di Cingebul juga bertumbuh narasi orang pertanyaan Mejajaran. Cerita penampakannya juga serupa, wanita tanpa lekuk di dasar hidung, serta tanpa kaki kaki.

Di sisi selatan dusun ini, terdapat hutan warga yang dahulu diketahui berhantu. Ialah, Mbalekambang, Pekajaran serta Karanglo. Di 3 hutan ini lah, Mejajaran kabarnya sering menampakkan diri.

Dalail, seseorang orang tani yang pula pimpinan RT di Desa Karangreja menceritakan, nun di sesuatu hari, terdapat seseorang nelayan ikan di Bengawan Dermaji yang tidak semacam umumnya sedemikian itu banyak sukses membekuk ikan. Ikan sedemikian itu gampang terjebak di jaringnya.

Menjelang tengah hari, beliau istirahat di pinggiran bengawan. Beliau juga membuka bekal makannya. Letih serta lapar, beliau makan dengan lahapnya.

Dikala itu lah, datang seseorang wanita yang langsung membidik ke media ikan yang diucap kepis. Lalu, sang wanita mengutip ikan dalam jumlah yang bagi sang nelayan sangat banyak.

Wanita itu nampak hening mengutip ikan, semacam kepunyaannya sendiri. Serta beliau senantiasa membungkuk. Beberapa mukanya tertutup penjelasan rambutnya panjangnya.

Sang nelayan ikan juga jengkel. Beliau langsung menyapa wujud wanita ini, bisa memohon ikan tetapi janganlah banyak- banyak.

Tiba- tiba, sang wanita menengadah. Sang nelayan terkejut. Dilihatnya, satu ikan anom terletak di mulut dengan wajah belepotan darah fresh.

” Dari tek kletak ndasmu,” cakap sang wanita, dingin. Ini merupakan sama bahaya. Bila dimaksud ke dalam bahasa Indonesia, itu berarti” Dari aku keletak kepalamu,”.

Siuman tengah berdekatan dengan Mejajaran, sang nelayan ikan juga kabur gulung kuming. Beliau tinggalkan jaring serta ikan yang didapatnya hari itu.

Betul tidaknya babad orang ini, Wallahu A’ lam.

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *